JUBI --- Aparat keamanan yang dipakai para pengusaha di areal penambangan emas di Degeuwo, jumlahnya terus bertambah. Kehadiran aparat kian meresahkan warga setempat.
“Kapolda Papua segera tarik kembali semua aparat kepolisian yang ditugaskan di Degeuwo,” ujar Anggota DPRP, Harun Hagimbau kepada JUBI, Jumat (19/2).
Kapolda Papua diminta menginstruksikan Kapolres Nabire dan Paniai menarik semua anggotanya yang sementara membacking pengusaha tersebut. “Kami mendapat keluhan dari masyarakat Degeuwo bahwa ada banyak polisi di sana bertindak sewenang-wenang demi mengamankan kepentingan pengusaha,” katanya.
Pria suku Wolani yang juga pemilik ulayat Degeuwo ini mempertanyakan kehadiran aparat keamanan. Sebab oknum polisi tidak menjalankan tugas, sebaliknya mereka dipakai sebagai “anjing penjaga” aset perusahaan. “Ada curi kekayaan kami baru pengusaha malah sewa aparat untuk teror masyarakat. Ini tidak benar, Degeuwo bukan milik para pendatang yang masuk tanpa permisi itu,” tegas Harun.
Harun juga menyayangkan tiadanya kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari para pengusaha yang sedang memburu emas secara ilegal sejak beberapa tahun silam. “Sampai sekarang tidak ada pemasukan ke kas daerah, baik Kabupaten Nabire maupun Paniai,” ucap mantan Anggota DPRD Kabupaten Paniai periode 2004-2009. (Markus You)
http://tabloidjubi.com/
0
komentar: